Grand Final Oniku Cup Race Terapkan Regulasi 2026, Akan tetapi Pembalap Yang Naik Kategori Tetap Bisa Kejar Juara Umum
17 Mar 2026 | 17 | OTOZONARACE
Seri pamungkas Oniku Cup Race 2025 dipastikan akan menggunakan regulasi terbaru yang telah ditetapkan oleh IMI untuk musim balap 2026.
Kebijakan ini akan diberlakukan pada putaran Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026 di Sirkuit Non Permanen Stadion Sijalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
Penerapan regulasi ini menjadi catatan penting bagi seluruh tim, mekanik, serta pembalap yang akan tampil pada seri penentuan tersebut. Pasalnya, putaran Grand Final bukan hanya menjadi ajang pamungkas musim ini, tetapi juga menjadi momen krusial dalam perebutan poin serta penentuan gelar juara di berbagai kategori yang diperlombakan.
Dalam penerapannya, regulasi teknis pada Grand Final akan sepenuhnya mengacu pada regulasi teknis balap motor tahun 2026 yang telah ditetapkan oleh IMI.
Dengan demikian, seluruh motor yang turun di lintasan wajib menyesuaikan spesifikasi teknis sesuai aturan terbaru tersebut. Sementara itu, untuk regulasi pembalap juga terdapat penyesuaian yang perlu diperhatikan.
Bagi para pembalap yang pada musim 2026 telah naik kategori, mereka masih diperbolehkan untuk bertarung di kategori sebelumnya pada seri Grand Final. Namun terdapat ketentuan khusus yang harus dipatuhi.
Ketua Komisi Olahraga Sepeda Motor Bidang Balap Motor, Aris Aditya, menjelaskan bahwa aturan ini dibuat agar persaingan kejuaraan tetap berjalan adil tanpa menghilangkan kesempatan pembalap yang masih berjuang dalam perebutan poin.
“Untuk pembalap yang pada tahun 2026 sudah naik kategori, mereka masih diperbolehkan mengikuti kelas sebelumnya apabila masih memiliki peluang dalam perebutan juara umum. Namun keikutsertaan mereka hanya berlaku untuk memperebutkan poin saja. Mereka tidak diperkenankan naik ke podium atau dinyatakan sebagai pemenang balapan di kategori kelas tersebut,” jelas Aris Aditya.
Sebagai contoh, pada kelas Matic Pemula di ajang Oniku Cup Race, saat ini terdapat tiga pembalap yang masih berpeluang besar meraih gelar Juara Umum. Mereka adalah Ilham Shiva yang memimpin klasemen dengan 137 poin, diikuti Lutfi Bocil dengan 136 poin, serta Taufik Acil yang mengoleksi 105 poin.
Menariknya, ketiga pembalap tersebut pada musim 2026 ini sebenarnya sudah wajib naik ke kategori Open sesuai dengan regulasi pembalap yang berlaku.
Namun demikian, mereka tetap diperbolehkan tampil kembali di kelas Matic Pemula pada seri Grand Final, mengingat mereka masih memiliki peluang untuk memperebutkan gelar Juara Umum di kategori tersebut.
Meski diperbolehkan bertarung di kelas Pemula, terdapat ketentuan khusus yang harus dipahami oleh para pembalap.
Apabila salah satu dari mereka berhasil finis di posisi podium, maka pembalap yang sudah naik kategori tidak berhak naik ke podium sebagai pemenang balapan.
Walaupun demikian, poin yang mereka raih tetap akan dihitung dan tercatat dalam klasemen kejuaraan. Misalnya, jika seorang pembalap yang sudah naik kategori berhasil finis di posisi Podium 1, maka ia tetap akan mendapatkan 25 poin, begitu pula dengan perolehan poin di posisi lainnya sesuai regulasi yang berlaku.
Perlu dicatat bahwa ketentuan ini tidak hanya berlaku di kelas Matic Pemula, tetapi juga diterapkan pada kategori lainnya yang memiliki kondisi serupa dalam perebutan gelar juara umum pada seri Grand Final Oniku Cup Race.
Dengan diberlakukannya regulasi teknis dan regulasi pembalap tahun 2026 pada seri Grand Final ini, diharapkan seluruh tim, mekanik, dan pembalap dapat mempersiapkan diri dengan maksimal demi menghadapi persaingan di putaran penentuan Oniku Cup Race 2026.


