Laksana Mulya 48 Gandeng Putra Pa Untuk Berlaga Di Cimahi, Sekaligus Bantu Tim Asal Ambon Untuk Nyetting
ROADRACE

Laksana Mulya 48 Gandeng Putra Pa Untuk Berlaga Di Cimahi, Sekaligus Bantu Tim Asal Ambon Untuk Nyetting

  06 Feb 2026 |   29 |   OTOZONARACE

Bengkel asal Bandung, Jawa Barat, Laksana Mulya 48 pastikan kuda besi garapan mereka hadir pada gelaran Sumber Production Roadrace Championship 2026, yang akan berlangsung di Sirkuit NP Brigif Cimahi, Pada 7 Februari 2026.

Laksana Mulya 48 hadir untuk mengawal kuda besi milik tim asal Ambon yakni Aira Motor Bupolo Namlea yang memesan mesin dari Laksana Mulya 48. Rencananya akan melakukan proses setting pada gelaran tersebut sebelum mesin pesanan mereka dikirim ke alamat timnya di Ambon.

Putra Purnama Alam, pembalap asal Depok dipercaya sebagai pembalap yang akan memacu motor tim Aira Motor di lintasan Sirkuit Non Permanen Brigif Cimahi, Jawa Barat.

“Di event ini saya balap sama Laksana Mulya, sekalian bantu setting mesin pesenan dari tim asal Ambon mas”Jelas Putra Pa.



Untuk motor yang diturunkan, Laksana Mulya 48 turunkan 2 unit motor Matic (Honda Beat), 1 Unit di kelas Matic 130cc Std, dan Matic 130cc Tune Up yang akan diikutkan di kelas Matic 150cc Tune Up. 

Selain membawa misi untuk setting motor tim Aira Motor Bupolo Namlea, yang mendapat arahan dari pemilik timnya untuk sekalian mencoba untuk menguji motornya di event Balap di Jawa Barat, Laksana Mulya 48 juga membawa motor mereka sendiri yang turun di kelas Matic 130cc Standar.

“Kalo yang Mp7 (130cc Std) nya itu punya Laksana Mulya sendiri, belum riset mesin 2026, masih pake yang 2025” ungkap Putra Pa.

Kehadiran Laksana Mulya 48 pada gelaran Sumber Production Roadrace Championship 2026 bukan hanya menjadi ajang kompetisi semata bagi mereka, namun juga dimanfaatkan sebagai sarana uji coba dan penyempurnaan setting. 

Dengan menurunkan dua motor serta melibatkan Putra Purnama Alam sebagai pembalap, Laksana Mulya 48 berharap hasil setting di lintasan Sirkuit NP Brigif Cimahi dapat memberikan performa maksimal sebelum mesin tersebut dikirim ke Ambon, sekaligus menjadi langkah awal evaluasi menuju pengembangan mesin untuk musim balap 2026.